LAMONGAN , Lamongan merupakan Salah seorang pelajar di kota itu berhasil menciptakan helm komunikator yang mampu membuat pengendara motor dan orang yang diboncengnya bisa berkomunikasi saat berkendara tanpa halangan berarti.
Penemu helm komunikator ini adalah Annora Marsha Sunparta, siswi Kelas 2 SMA Unggulan BPPT Al Fattah, Siman, Lamongan, Jawa Timur. Bersama dua temannya, M Zimamul Adli dan Puguh Sasi Rizky Ramadhan, Nora mendesain helm komunikator ini.
Helm khusus itu disebut Helm Komunikator. Yah, sesuai namanya helm ini mampu membuat pengendara dan penumpang di belakanganya bisa berkomunikasi saat berkendara. Lho kok bisa?
Helm standard yang ada oleh penemu Helm Komunikator hanya diberi tambahan membran dari bahan stetoskop yang biasa dipakai dokter. Setelah itu diberi konektor sehingga pembonceng dan pengendara motor bisa saling berkomunikasi saat kendaraan melaju.
Penemu helm komunikator ini adalah Annora Marsha Sunparta, siswi Kelas 2 SMA Unggulan BPPT Al Fattah, Siman, Lamongan, Jawa Timur. Bersama dua temannya, M Zimamul Adli dan Puguh Sasi Rizky Ramadhan, Nora mendesain helm komunikator ini.
Ide awal penemuan yang meraih medali perunggu ajang International Exhibition for Young Investors (IEYI) di Taiwan ini berawal dari pengalaman pribadi Nora. Mulanya, Nora berboncengan dengan ayahnya yang bernama Suparto pergi ke suatu acara. Dalam perjalan menggunakan motor, berkali-kali ayahnya menyempatkan untuk berbincang, hingga harus menolah ke belakang. Nora pun khawatir mengganggu konsentrasi ayahnya dalam mengendarai motor.
Gagasan ini kemudian dituangkan dalam karya ilmiyah remaja tingkat SMA Unggulan BPPT Al Fattah, Lamongan. Dari situ kemudian diikutkan kompetisi tingkat nasional yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dalam seleksi nasional IEYI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tersebut ide tersebut masuk lima besar.
Kemudian temuan Nora yang diberi nama Communicator Helmed Based on Membrand Vibration atau Helm Komunikator Berbasis Getaran Membran itu diikutkan ajang International Exhibition for Young Investors (IEYI) di Taiwan. Hasilnya meraih medali perunggu tingkat investor remaja internasional. Belum jelas apakah produk temuan Nora ini akan diproduksi massal atau tidak.
Oleh EDI SUGIANTO
Jumat, 20 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar